Beginners' guide (Indonesia)

From ArchWiki
Revision as of 09:21, 18 January 2010 by Dani (Talk | contribs) (Openbox)

Jump to: navigation, search

Tango-preferences-desktop-locale.pngThis article or section needs to be translated.Tango-preferences-desktop-locale.png

Notes: please use the first argument of the template to provide more detailed indications. (Discuss in Talk:Beginners' guide (Indonesia)#)
Template:I18n links start

Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n entry Template:I18n links end

Contents

Pendahuluan

Perkenalan

Selamat datang. Dokumen ini akan membimbing kamu dalam menginstalasi dan mengonfigurasi Arch Linux; sebuah distribusi GNU/Linux yang sederhana, gegas dan ringan, dan sistem operasi menyerupai UNIX yang ditargetkan bagi pengguna yang kompeten.

  • Linux Arch membutuhkan suatu tingkat ketertarikan pengetahuan terhadap proses konfigurasi dan metodologi sistem operasi menyerupai UNIX, dan untuk alasan ini, informasi tambahan disertakan.
  • Panduan ini ditujukan bagi pengguna pemula Arch, tetapi berupaya keras untuk mejadi referensi yang baik dan informasi dasar bagi semuanya.

Arch Linux Distribution Highlights:

  • Filosofi dan desain menyerupai UNIX yang simple/sederhana.
  • Semua paket dikompilasi untuk arsitektur mesin i686 dan x86_64.
  • Skrip Init bergaya BSD, menyajikan konfigurasi berkas yang terpusat.
  • mkinitcpio: sebuah kreator initramfs yang sederhana dan dinamis.
  • Pacman package manager sangat ringan dan gegas, dengan pemakaian memori minimal.
  • The Arch Build System: sebuah sistem pembentukan paket menyerupai sistem ports, menyediakan framework sederhana untuk membuat paket Arch yang bisa di-install dari kode sumber.
  • The Arch User Repository (AUR): menawarkan ratusan lebih kontribusi build scripts dari penggunanya.
Lisensi

Arch Linux, pacman, dokumentasi, dan scripts adalah hak cipta ©2002-2007 oleh Judd Vinet, ©2007-2009 oleh Aaron Griffin dan dilisensikan di bawah GNU General Public License Versi 2.

JANGAN PANIK!

Harap disadari bahwa instalasi Arch Linux mungkin sangat berbeda dengan distro lain yang pernah kamu coba, khususnya bagi pemula. Sistem Arch Linux dibangun oleh pengguna, dari installer, sampai base system dengan hanya menggunakan shell bash dan beberapa tools dasar sistem saja. Dari command line, kamu dapat menambahkan paket dari Arch repositories menggunakan pacman melalui sambungan internet, sampai sistem kamu sesuai dengan kebutuhanmu. Dengan hal ini kamu akan mendapatkan sistem yang fleksibel, sesuai pilihan dan dapat kamu kendalikan karena kamu sendiri yang membangunnya, kamu akan mengetahui apa yang ada di dalam sistem kamu.

Jika kamu merasa ada yang kurang dari wiki ini silahkan ditambahkan, atau kamu bisa juga mengunjungi forum Arch ini yang ditujukan untuk pemula.

Selamat datang di Arch! Mari kita mulai :)

Dapatkan ISO terbaru

Kamu dapat mengunduh rilis Arch resmi terbaru dari www.archlinux.org/download/.

Sangat direkomendasikan untuk memilih base-CD, untuk beberapa alasan.

  1. Waktu/bandwidth yang dibutuhkan lebih sedikit untuk kamu dan server,
  2. Paket di versi full mungkin nantinya akan ada yang konflik ketika kamu

melakukan update.

  1. Base system lebih mudah dan cepat untuk up-to-date, dan,
  2. Petunjuk ini lebih ditujukan untuk installasi dari base-CD.

Instalasi sistem dasar

Selain petunjuk ini, kamu juga dapat menggunakan petunjuk resmi ini [[Official Arch Linux Install Guide]] atau [http://www.archlinux.org/static/docs/arch-install-guide.html versi yang dapat di print] juga tersedia.

Boot CD Arch Linux

Masukkan CD dan boot dari CD-ROM, kamu mungkin perlu mengganti urutan boot pada bios komputer kamu (biasanya dengan menekan F11 atau F12).

Beberapa pilihan pada saat booting Arch Linux CD yang dapat kamu gunakan:

  • ide-legacy jika IDE drive kamu bermasalah.
  • noapic acpi=off pci=routeirq nosmp jika sistem kamu hangs ketika boot.
  • memtest86+ if jika kamu ingin memeriksa memorimu.

Pilih "Arch Linux Installation / Rescue System". Jika kamu ingin merubah opsi boot tekan e.

Mengganti keymap

Tekan enter di welcome screen. Jika keyboard kamu non-US tekan

km

pada prompt dan pilih keymap yang sesuai.

Contoh(untuk keymap norwegia) :

Pada console keymap screen pilih

no-latin1

Pada console font screen pilih

lat0-16

Memilih "default8x16.psfu.gz" sebagai font console adalah pilihan aman.

Memulai instalasi

Pada console ketikkan

/arch/setup 

lalu tekan enter untuk memulai instalasi.

Pilih sumber instalasi

Pilih CD jika kamu menggunakan base atau full (current) ISO, atau pilih FTP jika kamu menggunakan FTP ISO.

Menyiapkan Hard Drive

Pada menu pilihann,pilih Prepare Hard Drive. Hati-hati, jika memilih Auto-prepare, seluruh hard drive mu akan dihapus. Pada contoh ini,kita memilih opsi mengatur partisi hard drive secara manual. Pilih 2. Partition Hard Drives, pilih hard drive yang kamu inginkan (/dev/sdx), dan buatlah beberapa partisi.

Partisi

Sebuah partisi adalah bagian dari hard disk yang tampil sebagai ruang yang terpisah, dan dapat ditambahkan ke dalam sistem Arch Linuxmu. Partisi hard disk terbagi ke dalam "Primary", "Extended", dan "Logical". Sebuah partisi "primary" dapat diboot. Jumlah maksimalnya 4. Jadi, jika kamu menggunakan sebuah PC dengan drive SATA, partisi "primary" pertama dikenal sebagai sda1. Partisi "primary" kedua dreferensikan sebagai sda2, kemudian sda3 dan sda4. Jika terdapat lebih dari 4 partisi "primary", maka yang terpaksa digunakan untuk partisi ini adalah "extended", yang dimana partisi ini menampung partisi "logical".

Partisi extended bersifat sebagai "penampung" untuk partisi logical. Partisi logical harus berada dalam partisi extended. Contohnya, ketika mempartisi, kita dapat melihat penomoran partisi dengan memberi nomor sda1-3 pada partisi primary, diikuti dengan nomor sda4 pada partisi extended, kemudian membuat partisi logical dengan penomoran sda5,sda6 dst.

Banyak user memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai bagaimana cara terbaik untuk mempartisi hard disk. Yang perlu diketahui adalah bahwa syarat minimal adalah adanya satu partisi primary yang dijadikan sebagai root Filesystem ( / ) dan satu partisi lagi sebagai swap. Beberapa pilihan lain untuk dipasang pada partisi yang berbeda adalah /boot (yang secara garis besar menampung kernel) dan /home (menampung data user). Adalah ide yang bagus untuk memisahkan root (/) dan /home pada partisi yang berbeda. Ini memungkinkan untuk melakukan instlasi kembali sistem Arch Linux mu, atau distro lainnya, sementara itu data-data dan konfigurasi desktop environment tetap terjaga.

Pada contoh ini, kita akan meletakkan root (/), /home dan swap pada partisi yang berbeda.

Swap Partition

Sebuah partisi swap adalah tempat dalam hard disk yang dapat menampung virtual ram. Partisi swap digunakan ketika jumlah RAM yang dibutuhkan melebihi daya tampung dari memori RAM yang dimiliki mesin anda.

Mengenai ukuran dari partisi swap ini, terdapat beberapa pendapat. Jika kapasitas memory RAM anda besar (lebih besar dari 1024 MB), anda bisa saja tidak menggunakan partisi swap sama sekali. Namun ada pula yang mengusulkan menyediakan ruang bagi partisi swap sebesar 2 kali kapasitas memory RAM mesin anda. Sementara itu ada yang mengusulkan ruang yang dialokasikan tidak lebih dari 1024 MB.

Mari kita mulai dari membuat sebuah primary partition. Partisi ini akan menjadi tempat bagi root. Pilih New -> Primary, kemudian tentukan ukuran yang anda inginkan (ukuran yang umum adalah 4 hingga 8 GB). Letakkan partisi ini pada bagian pertama disk anda. Pilih partisi baru ini dan jadikan partisi ini "Bootable".

Tambahkan partition for your home directory. Untuk partisi ini, pilihlah partisi primary lainnya dan tentukan ukurannya sesuai dengan kebutuhan anda. Ukuran ini tergantung dengan apa yang akan anda simpan dalam partisi tersebut.

Terakhir, ciptakan partisi ketiga yaitu partition for swap. Pilihlah ukuran antara 512 MB dan 1 GB (sebagai contoh dalam tutorial ini), dan ganti tipenya menjadi 82 (Linux swap / Solaris).

Inilah hasil dari pengaturan partisi (ukuran akan tergantung pilihan anda).

Name    Flags  Part Type   FS Type         [Label]         Size (MB)
-------------------------------------------------------------------------
sda1    Boot   Primary     Linux                           (4096 - 8192)
sda2           Primary     Linux                           (> 100)
sda3           Primary     Linux swap / Solaris            (512 - 1024)

Pilih write dan ketikkan yes. Hati-hati, langkah ini akan menghapus data dari hard disk anda jika sebelumnya anda menindih atau menghapus partisi yang ada. Pilih Quit untuk meninggalkan bagian konfigurasi partisi.

Pilih Done untuk keluar dari menu ini dan kita lanjutkan pada "Set Filesystem Mountpoints".

Set File system Mountpoints

Penjelasan singkat mengenai filesystems dan file systems:

Secara teknis, sebuah filesystem adalah format data untuk data throughput, sementara itu file system (dengan spasi), adalah istilah yang menunjukkan tata letak dari seluruh file dan direktori pada sebuah sistem. Jadi, ketika ada pertanyaan apakah anda mau membuat sebuah filesystem, ini berarti anda ditanya untuk memformat sebuah partisi. Sedangkan jika anda ditanya mengenai lokasi mounting sebuah partisi, anda diminta untuk menentukan di lokasi mana pada file system partisi ini akan diletakkan. Mari kita mulai.

Pertama, anda akan ditanya mengenai partisi swap. Pilih lokasi yang sesuai (dalam contoh ini adalah sda3). Anda akan ditanya apakah anda ingin menciptakan sebuah filesystem, pilih yes. Kemudian, tentukan lokasi mounting direktori / (root) (dalam contoh ini adalah sda1). Anda akan ditanya tipe filesystem yang anda inginkan.

Dalam menentukan tipe filesystem, terdapat pula perbedaan pendapat. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Di bawah ini adalah sebuah ringkasan sederhana.

1. ext2 - Lebih tua, filesystem yang dapat dihandalkan. Cepat dan sangat stabil, namun tidak memiliki kemampuan journaling.

2. ext3 - Sama seperti ext2, namun dengan tambahan kemampuan journaling. Agak lambat bila dibandingkan dengan ext2. Swangat stabil, lebih banyak digunakan dan dikembangkan.

3. ReiserFS - Hans Reiser's high-performance journaling FS menggunakan metode yang menarik terkait data throughput. ReiserFS sangat cepat, terutama ketika menangani file-file kecil.

4. JFS - IBM's Journaling FS. JFS cukup dikenal, cepat dan stabil.

5. XFS - adalah journaling filesystem yang cepat dan lebih cocok untuk file dengan ukuran yang besar(lebih besar dari 1 GB). Lebih lambat untuk file berukuran kecil. Cukup stabil.

Perbedaan utamanya dapat dilihat di [http://en.wikipedia.org/wiki/Journaling_file_system journaling].

Semua filesystem menggunakan journaling, kecuali ext2. ext3 kompatibel dengan ext2. Pilihan yang aman untuk sebuah partisi root adalah ext3.

Kemudian buatlah partisi ini denga memilih yes. Anda akan ditanya apakah akan membuat partisi baru.

Pada contoh ini, hanya ada partisi sda2 yang tersisa. Pilih sebuah tipe filesystem, dan mount sebagai /home. Kemudian ciptakan partisi ini dan pilih Done. Kembalilah ke menu utama.

Memilih Packages

Sekarang kita akan memilih packages untuk diinstalasi pada sistem. Pilih CD sebagai sumber. Jika anda memiliki lebih dari satu drive CD, pilih yang memuat CD Archlinux.

Karena tutorial ini ditujukan sebagai instalasi dasar, pilihlah katagori base. Adalah pilihan yang aman untuk mencentang semua package dalam base.

Instalasi Packages

Ini adalah tahapan termudah, karena semua proses berjalan secara otomatis. Buatlah secangkir kopi dan tunggu sampai proses instalasi selesai (tekan tombol "Continue" jika diperlukan). Minumnya jangan kelamaan, karena instalasi sistem dasar Arch Linux hanya berberapa menit saja :P .

Konfigurasi Sistem

Anda akan ditanyakan apakah ingin agar hwdetect mengumpulkan informasi untuk konfigurasi anda. Opsi ini sangat direkomendasikan untuk dipilih. Sekarang anda akan ditanyakan apakah anda butuh support untuk booting dari perangkat USB, perangkat FireWire, perangkat PCMCIA, jaringan NFS, software RAID arrays, LVM2 volumes, and encrypted volumes. Pilih Yes jika anda mebutuhkannya; dalam contoh ini, tidak ada yang diperlukan. Sekarang anda akan ditanya penyunting teks mana yang ingin anda pilih, nano atau vi/vim. Sekarang Anda akan menemukan menu yang penting untuk mengkonfigurasi sistem anda. Kami hanya melakukan perubahan kecil disini. Jika anda ingin tahu opsi apa saja yang terdapat di rc.conf, tekanlah Alt+F2 untuk masuk shell, dan kembali ke installer dengan Alt+F1.

/etc/rc.conf
  • Ubah LOCALE anda jika diperlukan (Misalnya: "de_DE.utf8") (Lokal ini harus

sesuai pada /etc/locale.gen. Lihat di bawah ini.)

  • Ubah zona waktu anda jika diperlukan pada TIMEZONE (e.g. "Asia/Jakarta")
  • Ubah KEYMAP anda jika diperlukan (e.g. "de-latin1-nodeadkeys")
  • Tambahkan bagian MODULES jika anda modul penting yang tidak otomatis

diaktifkan oleh hwdetect

  • Ubah HOSTNAME anda
  • Ubah pengaturan jaringan anda:
    • Jangan ubah lo line
    • Atur IP address, netmask dan broadcast address jika anda menggunakan static IP.
    • Tetapkan eth0="dhcp" jika anda menggunakan metode DHCP dalam menentukan alamat IP anda.
    • Jika anda memiliki static IP, tetapkan gateway address sesuai dengan router anda dan hapuskan ! dari baris ROUTES.
Mengenai DAEMONS

Anda tak perlu mengubah baris daemons saat ini, tapi penting untuk menjelaskan ini, karena kita membutuhkannya di bagian lain panduan ini. mirip dengan service pada Windows, daemon adalah program yang berjalan background untuk melayani program. Salah satu contoh adalah webserver yang menunggu request untuk mengirimkan halaman atau server SSH yang menunggu orang untuk masuk. Selain daemon yang berupa aplikasi yang terlihat nyata layanannya, ada berberapa daemon yang bekerja tanpa terlihat. Contohnya ada daemon yang menulis pesan pada file log (misalnya: syslog, metalog), ada daemon yang menurunkan frekuensi CPU anda jika tak ada yang perlu dilakukan, dan daemon yang menyajikan anda login grafis (misalnya: gdm, kdm). Semua program ini dapat ditambahkan ke baris daemons dan akan dijalankan saat sistem mulai. Daemon-daemon penting akan disajikan dalam panduan ini.

Gunakan Ctrl+X untuk keluar dari editor.

/etc/hosts

Tambahkan hostname yang Anda tambahkan pada rc.conf sebelumnya:

127.0.0.1   localhost.localdomain   localhost yourhostname

Format ini, termasuk entri 'localhost' , diperlukan untuk kompatibilitas. Biasanya menambahkan hostname di akhir baris ini terbilang cukup. Namun, sebagian pengguna merekomendasikan:

127.0.0.1  yourhostname.domain.org localhost.localdomain   localhost 

yourhostname Jika anda menggunakan IP statik, tambahkan baris lain menggunakan sintaks: <ip-statik> hostname.domainname.org hostname, e.g.:

192.168.1.100 yourhostname.domain.org  yourhostname
/etc/fstab, mkinitcpio.conf and modprobe.conf

Kita tidak perlu mengubah mkinitcpio.conf, or modprobe.conf saat ini. mkinitcpio mengatur ramdisk (misalnya: booting dari RAID, partisi terenkripsi), dan modprobe dapat digunakan untuk mengatur berberapa konfigurasi khusus pada modul-modul).

Jika anda berencana menggunakan HAL daemon untuk mengautomatisasi pengaitan partisi-partisi, perangkat optik, perangkat USB, dll, Anda mungkin berkeinginan untuk mengubah /etc/fstab dengan menghilangkan tanda pagar (#) pada entri untuk cdrom, floppy, and dvd.

/etc/resolv.conf (for Static IP)

If you use a static IP, set your DNS servers in /etc/resolv.conf (nameserver <ip-address>). You may have as many as you wish.

Jika anda menggunakan router, Anda mungkin ingin mengarahkan server DNS ke router anda (dimana juga merupakan gateway anda di /etc/rc.conf), misalnya:

nameserver 192.168.1.1

Selanjutnya, tambahkan server-server yang anda inginkan satu-per-satu. Misalnya:

nameserver 4.2.2.1
nameserver 4.2.2.2
/etc/locale.gen

Pilih locale sesuai yang anda butuhkan (dengan menghapus # dari baris locale yang anda pilih) contoh:

en_US ISO-8859-1
en_US.UTF-8	

(Locale yang anda pilih harus sama dengan yang anda tentukan pada file /etc/rc.conf)

Root password

Tetapkan password bagi user root. Kemudian kembali ke menu utama dan lanjutkan dengan proses instalasi kernel.

Instalasi Kernel

Tidak banyak pilihan disini. Pilih saja v2.6 dan lanjutkan.

Instalasi Bootloader

Karena dalam contoh ini, tidak terdapat sistem operasi lainnya pada mesin ini, kita membutuhkan sebuah bootloader. GNU GRUB adalah bootloader yang direkomendasikan. Sebagai alternatif, anda dapat memilih LILO.

Konfigurasi default terhadap GRUB sudah mencukupi. Namun, salah satu hal yang mungkin ingin anda ubah adalah resolusi console. Jika anda hendak merubah resolusi console, tambahkan vga=<jumlah> pada baris pertama kernel. Contoh dari file /boot/grub/menu.lst:

title  Arch Linux (Main)
root   (hd0,0)
kernel /boot/vmlinuz26 root=/dev/sda1 ro vga=773
initrd /boot/kernel26.img

Dengan memilih "vga=773" berarti ukuran resolusi sebesar 1024x768 dan color depth sebesar 256.

Keluar dari proses instalasi dan reboot.

Jika semua berjalan lancar, sistem Arch Linux baru anda akan di boot. Selamat datang pada sistem baru anda.

Konfigurasi lebih lanjut sistem dasar Arch Linux

Dari titik ini, anda dapat mengatur lebih lanjut sistem dasar Arch Linux anda.


Login sebagai root. Kita akan mengatur pacman dan memperbaharui sistem.

Konfigurasi pacman

Edit /etc/pacman.conf:

nano -w /etc/pacman.conf

dan hilangkan # dari baris "Include = /etc/pacman.d/community" dan "[community]". Pada repositori ini terdapat banyak aplikasi yang bermanfaat.

Sekarang bukalah /etc/pacman.d/mirrorlist:

 nano /etc/pacman.d/mirrorlist

dan pilihlah lokasi mirror terdekat dengan anda.

Konfigurasi jaringan jika dibutuhkan

Jika semua berjalan lancar, maka sekarang seharusnya anda memiliki jaringan yang bekerja. Cobalah memping www.google.com untuk memastikan ini.

ping -c 3 www.google.com

Jika jaringan anda sudah berjalan, lanjutkan ke proses "Update, Sync dan Upgrade dengan pacman".

Namun jika setelah melakukan ping di atas anda mendapatkan pesan "unknown host", dapat disimpulkan bahwa jaringan belum berjalan. Anda dapat melihat berkas berikut dan atur konfigurasinya:

/etc/rc.conf # terutama periksa bagian HOSTNAME= dan NETWORKING

/etc/hosts # Lihat format penulisannya.

/etc/resolv.conf # Jika anda menggunakan static IP. Jika menggunakan DHCP, berkas ini akan dibuat dan dihapus secara otomatis,tapi hal ini dapat diubah sesuai dengan keinginan anda. (Lihat Network.)

Petunjuk pengaturan lebih terperinci dapat dilihat pada artikel Network.

Wired LAN

Periksa Ethernet anda menggunakan perintah:

ifconfig

Anda akan melihat baris untuk eth0. Jika diperlukan, anda dapat mengatur konfigurasi static IP:

ifconfig eth0 <ip address> netmask <netmask> up 

dan default gateway

route add default gw <ip address gateway>

periksa apakah /etc/resolv.conf memuat DNS server anda. Tambahkan jika tidak ada.

Periksa kembali jaringan anda dengan:

ping -c 3 www.google.com

Jika semua berjalan lancar, atur kembali /etc/rc.conf sesuai dengan pada bagian 2.6 (static IP). Jika anda memiliki server/router DHCP, cobalah:

dhcpcd eth0

Jika perintah ini berjalan, aturlah /etc/rc.conf seperti yang dijelaskan pada bagian 2.6 (dynamic IP).

Wireless LAN

Wireless Setup (TODO) Simplify and generalize it, link only for more-advanced stuff

Modem Analog

Untuk bisa menggunakan modem analog, eksternal, Hayes-compatible, kamu perlu memiliki setidaknya paket Template:Codeline terpasang. Modifikasi berkas Template:Codeline untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kamu dan mengacu pada Template:Codeline. Kamu mungkin perlu mengatur skrip Template:Codeline untuk memasukkan username dan password dari ISP setelah koneksi berhasil. Halaman manual Template:Codeline dan Template:Codeline memiliki contoh yang baik agar koneksi berhasil jika kamu merasa kurang berpengalaman. Dengan Template:Codeline, serial ports kamu biasanya diidentifikasi sebagai Template:Codeline dan Template:Codeline. Tips: Baca Dialup without a dialer HOWTO.

Daripada repot dengan plain pppd, kamu memiliki pilihan untuk memasang Template:Codeline atau perangkat sejenis untuk memudahkan penyetelan. Jika kamu memakai WinModem, yang mana dasarnya berupa PCI plugin card yang berfungsi sebagai modem analog internal, kamu sebaiknya mengacu pada informasi di laman (homepage) LinModem.

ISDN

Setting up ISDN is done in three steps:

  1. Install and configure hardware
  2. Install and configure the ISDN utilities
  3. Add settings for your ISP

The current Arch stock kernels include the necessary ISDN modules, meaning that you won't need to recompile your kernel unless you're about to use rather odd ISDN hardware. After physically installing your ISDN card in your machine or plugging in your USB ISDN-Box, you can try loading the modules with modprobe. Nearly all passive ISDN PCI cards are handled by the hisax module, which needs two parameters: type and protocol. You must set protocol to '1' if your country uses the 1TR6 standard, '2' if it uses EuroISDN (EDSS1), '3' if you're hooked to a so-called leased-line without D-channel, and '4' for US NI1.

Details on all those settings and how to set them is included in the kernel documentation, more specifically in the isdn subdirectory, and available online. The type parameter depends on your card; a list of all possible types can be found in the README.HiSax kernel documentation. Choose your card and load the module with the appropriate options like this:

modprobe hisax type=18 protocol=2

This will load the hisax module for my ELSA Quickstep 1000PCI, being used in Germany with the EDSS1 protocol. You should find helpful debugging output in your /var/log/everything.log file, in which you should see your card being prepared for action. Please note that you will probably need to load some USB modules before you can work with an external USB ISDN Adapter.

Once you have confirmed that your card works with certain settings, you can add the module options to your /etc/modprobe.conf:

alias ippp0 hisax
options hisax type=18 protocol=2

Alternatively, you can add only the options line here, and add hisax to your MODULES array in the rc.conf. It's your choice, really, but this example has the advantage that the module will not be loaded until it's really needed.

That being done, you should have working, supported hardware. Now you need the basic utilities to actually use it!

Install the isdn4k-utils package, and read the manpage to isdnctrl; it'll get you started. Further down in the manpage you will find explanations on how to create a configuration file that can be parsed by isdnctrl, as well as some helpful setup examples. Please note that you have to add your SPID to your MSN setting separated by a colon if you use US NI1.

After you have configured your ISDN card with the isdnctrl utility, you should be able to dial into the machine you specified with the PHONE_OUT parameter, but fail the username and password authentication. To make this work add your username and password to /etc/ppp/pap-secrets or /etc/ppp/chap-secrets as if you were configuring a normal analogous PPP link, depending on which protocol your ISP uses for authentication. If in doubt, put your data into both files.

If you set up everything correctly, you should now be able to establish a dial-up connection with

isdnctrl dial ippp0

as root. If you have any problems, remember to check the logfiles!

DSL (PPPoE)

Instruksi berikut relevan bagi kamu jika PC kamu ditujukan untuk pengelolaan koneksi ke ISP kamu. Kamu tidak perlu melakukan apapun tetapi cukup menentukan default gateway yang tepat jika kamu memakai router terpisah untuk melakukan grunt work.

Sebelum kamu bisa menggunakan koneksi daring (online) DSL kamu, kamu harus memasang (install) kartu jaringan (network card) yang dipakai untuk menghubungkan Modem-DSL ke komputer. Setelah menambahkan kartu jaringan yang baru ke Template:Codeline atau MODULES array, kamu harus memasang paket Template:Codeline dan menjalankan perintah atau skrip Template:Codeline untuk mengonfigurasikan koneksi kamu. Setelah kamu memasukkan semua data, kamu bisa connect dan disconnect dengan perintah:

/etc/rc.d/adsl start

dan

/etc/rc.d/adsl stop

Penyetelan biasanya mudah, tetapi silakan membaca halaman manual untuk petunjuk lebih lanjut. Jika kamu ingin dial otomatis saat boot-up, tambahkan Template:Codeline ke DAEMONS array.

Update, Sync dan Upgrade sistem dengan pacman

Sekarang kita akan memperbarui sistem menggunakan pacman. Pacman adalah package manager bagi Linux Arch. Pacman adalah Package Manager yang cepat, simpel, dan tangguh. Dia mengelola seluruh sistem package kamu, dan memungkinkan adanya proses instalasi, downgrade (melalui tembolok/cache), kompilasi package custom, pengaturan dependensi secara otomatis, dan banyak kemampuan lainnya.

Update, sync, dan upgrade sistem anda dengan:

pacman -Syu

pacman akan mengunduh informasi terbaru yang tersedia terkait semua package dan melakukan proses upgrade jika ada. Kamu kemungkinan akan mendapatkan permintaan untuk meng-upgrade pacman, ketikkan "y" dan jalankan pacman -Syu jika sudah selesai.

Perhatikan pesan yang muncul ketika terjadi proses upgrading kernel!

Jika kernel di-upgrade, modul-modul seperti Template:Codeline mungkin tidak berfungsi, karena modul yang baru, versi yang baru bertentangan dengan kernel yang baru, dan sistem kamu masih memakai yang lama. Reboot mungkin diperlukan.

Mantapnya Rolling Release

Ingatlah bahwa Linux Arch adalah sebuah distro yang bersifat Rolling Release. Ini berarti bahwa tidak perlu ada instal ulang ataupun pembaruan sistem secara bersamaan untuk mendapatkan versi yang terbaru. Hanya dengan menjalankan pacman -Syu secara rutin menjadikan sistemmu selalu terbarui dan berada pada bleeding edge.

Mengenal lebih intim pacman

Pacman adalah sahabat para pengguna Linux Arch. Sangat dianjurkan bagi pengguna untuk mempelajarinya dan menggunakan peralatan pacman. Coba jalankan:

man pacman

Lihatlah pada bagian akhir artikel ini, dan lihatlah bagian pacman ketika anda sengggang.

Menambahkan pengguna dan atur grup

Kamu seharusnya tidak menjalankan kegiatan-kegiatan normal sebagai seorang root. Hal tersebut bukan saja sebuah praktik yang buruk, tapi adalah kegiatan yang berbahaya. Root adalah tipe pengguna/user administrasi. Oleh karena itu, tambahkanlah sebuah pengguna baru:

adduser

Meskipun pengaturan standar sudah aman untuk digunakan, tetapi anda dapat menambahkan pengguna sebagai anggota dari kelompok audio dan wheel.

Audio memungkinkan kamu untuk menggunakan kartu audio, sementara itu wheel mengizinkan kamu untuk menjadi pengguna root menggunakan perintah Template:Codeline. Kelompok lain yang dapat ditambahkan adalah:

  • disk - untuk mengelola disk, seperti USB flash drive dan sejenisnya.
  • storage - untuk mengelola disk penyimpanan.
  • video - untuk mengelola tugas-tugas video.
  • optical - untuk mengelola tugas-tugas terkait drive optik.
  • floppy - untuk mengakses floppy jika dibutuhkan.
  • lp - untuk mengelola tugas mencetak.

Kamu juga dapat menambahkan user kamu ke dalam kelompok optical untuk mengaktifkan perekaman CD/DVD.

Lihat artikel Groups untuk mengetahui kelompok mana saja yang perlu kamu masukkan untuk user kamu. Kamu juga bisa menambahkan user kamu ke dalam kelompok berikut (sebagai root):

usermod -aG audio,video,floppy,lp,optical,network,storage,wheel USERNAME

Instalasi dan konfigurasi perangkat keras

Konfigurasi Kartu Audio

Kartu suara anda seharusnya sudah bekerja, tetapi anda tidak dapat mendengarkan suara apapun karena di awal ia berada dalam status diam. Instal alsa-utils

 pacman -S alsa-utils

dan gunakan alsamixer untuk mengatur chanel:

 alsamixer

aktifkan chanel Master dan PCM dengan bergerak ke posisi chanel masing-masing dan tekan M. Naikkan volume dengan tombol atas. Keluar dari alsamixer dengan menggunakan tombol ESC, dan simpan konfigurasi menggunakan perintah:

 alsactl store

Jika anda merencanakan untuk menggunakan sebuah desktop environment seperti GNOME dan KDE, dan menginginkan alsa untuk mengingat konfigurasi ketika anda sudah mengganti konfigurasinya, jangan jalankan perintah diatas--pengaturan volume anda akan diingat secara otomatis.

Jangan lupa untuk menambahkan alsa pada entri DAEMON pada /etc/rc.conf untuk memuat kembali mixernya secara otomatis saat boot-up. Jalankan perintah berikut sebagai root:

 nano /etc/rc.conf
 DAEMONS=(syslog-ng network crond alsa)

Konfigurasi CPU frequency scaling

Prosesor modern mampu menurunkan frekuensi dan voltasenya untuk mengurangi panas dan konsumsi daya. Berkurangnya panas mendukung sistem menjadi lebih tenang; sistem desktop pun akan mendapat manfaat dari hal ini. Instalasi: Template:Codeline:

pacman -S cpufrequtils

dan tambahkan Template:Codeline ke daemons kamu di Template:Codeline. Edit berkas Template:Codeline dan ubah

governor="conservative"

yang mana akan meningkatkan frekuensi CPU secara dinamis jika diperlukan (aman juga digunakan di sistem desktop). Sesuaikan Template:Codeline dan Template:Codeline dengan spesifikasi CPU kamu. Jika kamu tidak mengetahui frekuensinya, jalankan Template:Codeline setelah mengaktifkan salah satu modul frequency scaling-nya. Tambahkan modul frequency scaling ke berkas Template:Codeline. Kebanyakan desktop dan komputer jinjing (notebook) dapat dengan mudah memakai driver Template:Codeline, sedangkan opsi lain diantaranya Template:Codeline, dan Template:Codeline. Load modul

modprobe <namamodul>

dan start Template:Codeline dengan

/etc/rc.d/cpufreq start

Untuk lebih detailnya, lihat Cpufrequtils.

Tweak tambahan untuk laptop

Dukungan ACPI dibutuhkan jika kamu ingin memakai beberapa fungsi spesial komputer jinjing/notebook/laptop (misalnya sleep, sleep ketika lid ditutup, special keys...). Pasang Template:Codeline

pacman -S acpid

dan tambahkan ke daemons di Template:Codeline (acpid). Start dengan

/etc/rc.d/acpid start

Informasi lebih spesifik tentang Linux Arch di pelbagai komputer jinjing (laptop/notebook) dapat ditemukan di Category:Laptops (English).

Installing and configuring X

The X Window System (commonly X11, or just simply X) is a networking and display protocol which provides windowing on bitmap displays. It provides the standard toolkit and protocol to build graphical user interfaces (GUIs) on Unix-like operating systems.

X provides the basic framework, or primitives, for building GUI environments: drawing and moving windows on the screen and interacting with a mouse and/or keyboard. X does not mandate the user interface — individual client programs handle this.


Now we will install the base Xorg packages using pacman.

As root, do:

pacman -S xorg-server xorg-xkb-utils xorg-xauth xorg-server-utils xorg-xinit

xf86-video-vesa xf86-input-mouse xf86-input-keyboard (The old xorg group package has been removed. If it reappears, the option to use it will be given here.) Now we have the base packages we need for running the X Server. You should add the driver for your graphics card now (e.g. xf86-video-<name>). If you need a list of all open-source video drivers, do:

pacman -Ss xf86-video | less

If you don't know what graphics card you are using, do:

lspci | grep VGA

Here is a list of open source drivers, and corresponding video chipsets.

  • xf86-video-apm Alliance ProMotion video driver
  • xf86-video-ark ark video driver
  • xf86-video-ati ati video driver
  • xf86-video-chips Chips and Technologies video driver
  • xf86-video-cirrus Cirrus Logic video driver
  • xf86-video-dummy dummy video driver
  • xf86-video-fbdev framebuffer video driver
  • xf86-video-glint GLINT/Permedia video driver
  • xf86-video-i128 Number 0 i128 video driver
  • xf86-video-i740 Intel i740 video driver
  • xf86-video-i810 Intel i810/i830/i9xx video drivers
  • xf86-video-imstt Integrated Micro Solutions Twin Turbo

vidoe driver

  • xf86-video-mga mga video driver (Matrox Graphics

Adapter)

  • xf86-video-neomagic neomagic video driver
  • xf86-video-nv nvidia nv video driver
  • xf86-video-rendition Rendition video driver
  • xf86-video-s3 S3 video driver
  • xf86-video-s3virge S3 Virge video driver
  • xf86-video-savage savage video driver
  • xf86-video-siliconmotion siliconmotion video driver
  • xf86-video-sis SiS video driver
  • xf86-video-sisusb SiS USB video driver
  • xf86-video-tdfx tdfx video driver
  • xf86-video-trident Trident video driver
  • xf86-video-tseng tseng video driver
  • xf86-video-unichrome Unichrome video drivers
  • xf86-video-v4l v4l video driver
  • xf86-video-vesa vesa video driver
  • xf86-video-vga VGA 16 color video driver
  • xf86-video-via via video driver
  • xf86-video-vmware vmware video driver
  • xf86-video-voodoo voodoo video driver
  • Note that the vesa driver is the most generic, and should work with

almost any modern video chipset. If you cannot find a suitable driver for your video chipset, vesa should work.

  • If you have an nVIDIA or ATI video adapter, you may wish to install the

proprietary nVIDIA or ATI drivers. Installing proprietary video drivers is covered below under "Using proprietary Graphics Driver (nVIDIA, ATI)"

Install the appropriate video driver for your video card/onboard video. e.g.:

pacman -S xf86-video-i810

(for the intel 810 chipset driver.)

Create /etc/X11/xorg.conf

What is /etc/X11/xorg.conf?

/etc/X11/xorg.conf is the main configuration file for your X Window System, the foundation of your Graphical User Interface. It is a plain text file ordered into sections and subsections. Important sections are Files, InputDevice, Monitor, Modes, Screen, Device, and ServerLayout. Sections can appear in any order and there may be more than one section of each kind, for example, if you have more than one monitor, say a video projector and an on board LCD of a notebook.


By default, you will not have an Xorg config file, and with the newest versions of Xorg, you don't need one if the autodetection works satisfactorily and you don't need to turn on features such as aiglx and so on. Most people will still find that they need to generate a config file, however.

There are several ways of creating /etc/X11/xorg.conf:

  • The Xorg way to make a basic config file is to run
Xorg -configure

which will create /root/xorg.conf. Move the generated config file as appropriate, e.g.

mv /root/xorg.conf.new /etc/X11/xorg.conf
  • Another way of making an xorg.conf without getting your hands dirty is Arch

Linux's own developer tpowa's tool:

hwd -xa
hwd (to see the various options)
  • The proprietary video drivers also have tools to edit xorg.conf to configure

the drivers (see below). These are

aticonfig

and

nvidia-xconfig

However, you should not be a stranger to editing the config file by hand (as this is usually needed to fix various issues from time to time):

nano /etc/X11/xorg.conf

Edit your /etc/X11/xorg.conf to specify your video driver. e.g.:

Section "Device"
Driver  "i810"
Simple baseline X test

At this point, you should have xorg installed, with a suitable video driver and an /etc/X11/xorg.conf configuration file. If you want to test your configuration quickly, before installing a complete desktop environment, install xterm. Xterm is a very simple terminal emulator which runs in the X Server environment. Xterm will allow us to effectively test if your video driver and /etc/X11/xorg.conf are properly configured. Alternatively, you may wish to test if the X autodetection works satisfactorily, in the absence of /etc/X11/xorg.conf.

pacman -S xterm

Edit your /home/username/.xinitrc file, as normal user, to dictate which X Server event is called upon with the 'startx' command:

su yourusername
nano ~/.xinitrc

and add (or uncomment)

exec xterm

So that it looks like this:

#!/bin/sh
#
# ~/.xinitrc
#
# Executed by startx (run your window manager from here)
#
exec xterm
# exec wmaker
# exec startkde
# exec icewm
# exec blackbox
# exec fluxbox

(Be sure to have only one uncommented line in your ~/.xinitrc ) If you do not have ~/.xinitrc, simply create one with the above information.

Start X Server as normal user, with:

startx

You should have an xterm session open up. You can exit the X Server with Ctrl+Alt+Backspace, or by typing "exit". If you have problems starting X, you can look for errors in the /var/log/Xorg.0.log file and on the console output of the console you started X from.

Now you might want to install a graphical login manager (to avoid having to type startx everytime you start the computer) like GDM or KDM, but this could wait, and advanced instructions for Xorg configuration can be found in the Xorg article.

Mengatur Layout Keyboard

Kamu mungkin ingin mengubah layout papan ketik (keyboard) kamu. Untuk melakukannya, edit berkas Template:Codeline kamu dan tambahkan baris berikut di Input Section (keyboard0) (contoh berikut menunjukkan layout papan ketik Jerman tanpa dead keys; sesuaikan dengan kebutuhan kamu).

Option          "XkbLayout"     "de"
Option          "XkbVariant"    "nodeadkeys"

Mengatur scroll wheel Tetikus/Mouse

Ketika tetikus (mouse) kamu seharusnya berfungsi otomatis, kamu mungkin ingin memakai scroll wheel-nya. Tambahkan baris berikut di Input Section (mouse0):

Option      "ZAxisMapping" "4 5 6 7"

evdev

Jika kamu memiliki tetikus (mouse) USB modern dengan beberapa tombol dan/atau fungsi, kamu mungkin perlu memasang driver tetikus evdev, yang akan memungkinkan kamu mengembangkan fungsi tetikus kamu:

pacman -S xf86-input-evdev

Load driver-nya:

modprobe evdev

Temukan nama tetikus kamu:

cat /proc/bus/input/devices | egrep "Nama"

Gunakan nama tetikus, konfigurasikan berkas Template:Codeline di seksi InputDevice, misalnya:

Section "InputDevice"
  Identifier      "Evdev Mouse"
  Driver          "evdev"
  Option          "Name" "Logitech USB-PS/2 Optical Mouse"
  Option          "CorePointer"
 EndSection

Kamu boleh memiliki hanya satu deklarasi perangkat CorePointer di Template:Codeline, jadi pastikan untuk meng-comment out entri tetikus lain sampai kamu merasa aman untuk menghapus entri yang lama.

Juda edit bagian ServerLayout untuk memasukkan Evdev Mouse sebagai CorePointer, misalnya:

Section "ServerLayout"
    Identifier     "Layout0"
    Screen      0  "Screen0"
    InputDevice    "Keyboard0" "CoreKeyboard"
    InputDevice    "Evdev Mouse" "CorePointer"

Using proprietary Graphics Driver (nVIDIA, ATI)

You may choose to use the proprietary video drivers from nVIDIA or ATI.

nVIDIA Graphic Cards

The nVIDIA proprietary drivers are generally considered to be of excellent quality, and offer superior 3D performance.

Before you configure your Graphics Card you will need to know which driver fits. Arch currently has 3 different drivers that each match a certain subset of Cards:

1. nvidia-71xx for very old Cards like TNT and TNT2

2. nvidia-96xx slightly newer cards up to the GF 4

3. nvidia newest GPUs after the GF 4

Consult the nVIDIA-Homepage to see which one is for you. The difference is only for the installation; Configuration works the same with every driver.

Install the appropriate nvidia driver, e.g.:

pacman -S nvidia 

At this point, you have 3 choices as to how to proceed.

  • 1. If you have no xorg.conf at all, or if you have an existing xorg.conf

and want to generate a completely new one with the nVIDIA utility, back up the old one:

mv /etc/X11/xorg.conf /etc/X11/xorg.old

Then create the new /etc/X11/xorg.conf with

nvidia-xconfig

The nvidia-xconfig utility will usually create a very short, streamlined, easy-to-read xorg.conf

It also has several options which will further specify the contents and options of the xorg.conf file. For example,

nvidia-xconfig --composite --add-argb-glx-visuals

For more detailed information, see nvidia-xconfig(1).

  • 2. Expert Option: If you have an existing xorg.conf and want to

keep it, edit your xorg manually as needed, and at the very least, adjust your Device Section by changing Driver "<olddrivername>" to Driver "nvidia".

Section "Device"
   
Driver  "nvidia" 
  • 3. Alternatively, you may choose to keep your existing

/etc/X11/xorg.conf, and run:

nvidia-xconfig

which will automatically update your /etc/X11/xorg.conf for use with the nVIDIA proprietary driver.

Some useful tweaking options in the device section are (beware that these may not work on your system):

       Option          "RenderAccel" "true"
       Option          "NoLogo" "true"
       Option          "AGPFastWrite" "true"
       Option          "EnablePageFlip" "true"

The nvidia-xconfig utility will automatically place the glx option in your xorg. If you did not use nvidia-xconfig, then you should add this to your module section:

Load "glx"

Double check your /etc/X11/xorg.conf to make sure your default depth, horizontal refresh, vertical refresh, and resolutions are acceptable.

Logout and login.

Start X server as normal user, to test your configuration:

startx

Advanced instructions for nvidia configuration can be found in the NVIDIA article.

ATI Graphic Cards

ATI owners have two options for drivers. If you are unsure which driver to use, please try the open-source one first. The open-source driver will suit most needs along with being generally less problematic.

Install the proprietary ATI Driver with

pacman -S fglrx

Use the aticonfig tool to modify the xorg.conf. Note: The proprietary driver does not support AIGLX. To use Compiz or Beryl with this driver you would need to use XGL.

Install the open-source ATI Driver with

pacman -S xf86-video-ati

Currently, the performance of the open-source driver is not on par with that of the proprietary one. It also lacks TV-out, dual-link DVI support, and possibly other features. On the other hand, it supports Aiglx and has better dual-head support.

Advanced instructions for ATI configuration can be found in the ATI wiki.

Installing and configuring a Desktop Environment

If you ask two people what the best Desktop Environment or Window Manager is, you will get six different answers.

  • If you want something full-featured and similar to Windows and Mac OSX,

KDE is a good choice

  • If you want something more minimalist, which follows the K.I.S.S. principle

more closely, GNOME is a good choice

  • If you have an older machine or want something lighter, xfce4 is a good

choice, still giving you a complete environment

  • If you need something even lighter, openbox, fluxbox or fvwm2 may be

right (not to mention all other lightweight window managers like windowmaker and twm).

  • If you need something completely different, try ion, wmii, or dwm.

Instalasi Huruf/Font

Pada poin ini, kamu mungkin ingin memasang beberapa huruf yang berpenampilan menarik, sebelum memasang desktop environment/window manager. Dejavu dan bitstream-vera adalah set huruf yang baik. Untuk situs Web, kamu mungkin membutuhkan huruf dari Microsoft juga. Pasang dengan cara:

pacman -S ttf-ms-fonts ttf-dejavu ttf-bitstream-vera

GNOME

Tentang GNOME

GNU Network Object Model Environment. Proyek GNOME menyediakan 2 hal: The GNOME desktop environment, sebuah desktop yang intuitif dan atraktif bagi pengguna, dan platform pengembangan berbasis GNOME, suatu extensive framework untuk membangun aplikasi yang terintegrasi ke desktop.

Instalasi

Pasang GNOME dengan

pacman -S gnome

Jika kamu menginginkan suatu distribusi GNOME yang lebih komplit dengan banyak fitur ekstra, lakukan:

pacman -S gnome-extra

Aman untuk memilih semua paket yang ada.

DAEMON yang berguna untuk GNOME

Mengingat kembali dari keterangan di atas bahwa daemon adalah program yang berjalan di background, menunggu suatu events terjadi dan menawarkan layanannya. Daemon hal, melebihi yang lain, akan otomatis me-mounting disks, optical drives, dan USB drives/thumbdrives untuk digunakan di GUI. Daemon fam memungkinkan representasi real-time alterasi berkas di GUI, mengijinkan akses instan ke program yang terpasang, atau perubahan di sistem berkas (file system). Keduanya, hal dan fam, memudahkan pengguna GNOME.

Kamu mungkin ingin memasang graphical login manager. Untuk GNOME, daemon gdm adalah pilihan yang tepat. Pasang gdm dengan

pacman -S gdm

Kamu akan memerlukan daemon hal dan fam.

Start hal dan fam:

/etc/rc.d/hal start
/etc/rc.d/fam start

Tambahkan ke berkas Template:Codeline di bagian DAEMONS, sehingga keduanya akan dipanggil saat boot-up:

nano /etc/rc.conf
DAEMONS=(syslog-ng network crond alsa hal fam gdm)

(Jika kamu lebih memilih log masuk ke console dan memulai X secara manual sesuai tradisi Slackware, jangan ikutkan gdm).

~/.xinitrc

Berkas ini mengontrol apa yang akan terjadi setelah kamu mengetikkan Template:Codeline.

Edit berkas Template:Codeline untuk mengaktifkan sesi GNOME:

nano ~/.xinitrc

Uncomment baris Template:Codeline sehingga nampak seperti di bawah:

 #!/bin/sh
 #
 # ~/.xinitrc
 #
 # Executed by startx (run your window manager from here)
 #
 #exec xterm
 #exec wmaker
 # exec startkde
 exec gnome-session
 # exec icewm
 # exec blackbox
 # exec fluxbox

Jika kamu tidak memiliki berkas Template:Codeline, buatlah sesuai informasi di atas. Ingat, kamu hanya bisa memiliki satu baris yang aktif di Template:Codeline.

Beralih sebagai pengguna normal (sesuaikan nama kamu):

su username

Dan tes dengan:

startx

Kamu mungkin ingin memasang sebuah terminal dan editor. Saya menyarankan Template:Codeline dan Template:Codeline (bagian dari kelompok Template:Codeline):

pacman -S geany gnome-terminal

Instruksi lebih lanjut untuk memasang dan mengonfigurasikan GNOME dapat ditemukan di artikel Gnome.

Eye Candy

Kamu mungkin merasa ikon dan tema bawaan GNOME kurang atraktif. Sebuah tema gtk yang menarik yaitu murrine. Pasang dengan

pacman -S gtk-engine-murrine

dan pilih di System→Preferences→Theme. Kamu akan menemukan lebih banyak tema, ikon, dan wallpaper di Gnome Look.

KDE

About KDE

The K Desktop Environment. KDE is a powerful Free Software graphical desktop environment for Linux and Unix workstations. It combines ease of use, contemporary functionality, and outstanding graphical design with the technological superiority of UNIX-like operating systems.

Installation

Arch offers several versions of kde: kde, kdebase, and KDEmod. Choose one of the following, and continue below with "Useful KDE DAEMONS":

1.) Package kde is the complete, vanilla KDE, ~300MB.

pacman -S kde

2.) Package kdebase is a slimmed-down version with less applications, ~80MB.

pacman -S kdebase

3.) Lastly, KDEmod is an Arch Linux exclusive, community-driven system which is modified for extreme performance and modularity. The KDEmod project website can be found at http://kdemod.ath.cx/. KDEmod is extremely fast, lightweight and responsive, with a pleasing, customized theme.

To install KDEmod in 5 easy steps, just follow these installation instructions... Note: Before you start, please remember to read all of the install messages. They are fairly comprehensive and should solve any upcoming questions after the installation. If you cant scroll back to see all messages, just take a look into /var/log/pacman.log

  • 1. Add the kdemod repo to your /etc/pacman.conf:
nano /etc/pacman.conf

Add one of these entries at the top of your server list:

       [kdemod]
       Server = http://kdemod.ath.cx/repo/current/i686

for 32 bit Arch, or

       [kdemod]
       Server = http://kdemod.ath.cx/repo/current/x86_64

for 64 bit Arch.

  • 2. You must also activate the [community] repository in /etc/pacman.conf

because KDEmod needs some packages from this repository. Make sure the following lines are uncommented:

[community]
Include = /etc/pacman.d/community


  • 3. Update your package database with pacman -Syu. Now you can choose between

two installations:

       pacman -S kdemod  - installs a light base system
       pacman -S kdemod-complete  - installs the full KDE desktop

If you encounter any errors or conflicts at this step, check pacmans output, and if there are some unsolvable problems, tell us about them at the forums.

  • 4. Install your localization. Take a look at the list of packages or simply do

a pacman -Ss kdemod-kde-i18n to see which of them are already included.

  • 5. Install all the extra apps you want. You can check out all available KDEmod

packages by entering pacman -Sl kdemod

Useful KDE DAEMONS

KDE will require the hal (Hardware Abstraction Layer) and fam (File Alteration Monitor) daemons. The kdm daemon is the K Display Manager, which provides a graphical login, if desired.

Recall from above that a daemon is a program that runs in the background, waiting for events to occur and offering services. The hal daemon, among other things, will automate the mounting of disks, optical drives, and USB drives/thumbdrives for use in the GUI. The fam daemon will allow real-time representation of file alterations in the GUI, allowing instant access to recently installed programs, or changes in the file system.. Both hal and fam make life easier for the KDE user, and are installed when you install KDE.

Start hal and fam:

/etc/rc.d/hal start
/etc/rc.d/fam start

Edit your DAEMONS section in /etc/rc.conf:

nano /etc/rc.conf

Add hal and fam to your DAEMONS section, to start them on bootup. If you prefer a graphical login, add kdm as well:

DAEMONS=(syslog-ng network crond alsa hal fam kdm)

(If you prefer to log into the console and manually start X in the 'Slackware tradition', leave out kdm.)

~/.xinitrc

This file controls what occurs when you type 'startx'.

Edit your /home/username/.xinitrc to utilize KDE:

nano ~/.xinitrc

Uncomment the 'exec startkde' line so that it looks like this:

#!/bin/sh
#
# ~/.xinitrc
#
# Executed by startx (run your window manager from here)
#
#exec xterm
#exec wmaker
exec startkde
# exec gnome-session
# exec icewm
# exec blackbox
# exec fluxbox

If you do not have a ~/.xinitrc file, simply create it with the above information. Remember, you must have only one uncommented line in your ~/.xinitrc.

Switch to your normal user:

su username

Now try starting your X Server:

startx

Congratulations! Welcome to your KDE desktop environment on your new Arch Linux system! You may wish to continue by viewing Post Installation Tips, or the rest of the information below. Advanced instructions for installing and configuring KDE can be found in the KDE article.

Xfce

Tentang Xfce

Xfce adalah sebuah Desktop Environment (DE), seperti GNOME atau KDE. Xfce terdiri dari suatu kumpulan aplikasi seperti aplikasi root window, window manager, file manager, panel, dan sebagainya. Xfce ditulis menggunakan GTK2 toolkit dan mengandung lingkungan pengembangannya sendiri (pustaka/libraries, daemons, dan lain-lain) serupa dengan DE besar lain. Tidak seperti GNOME atau KDE, Xfce lebih ringan (lightweight) dan dirancang dalam CDE dibanding Windows atau Mac. Siklus pengembangannya lebih lambat, tetapi sangat stabil dan cepat. Xfce baik digunakan di perangkat keras (hardware) yang lawas.

Instalasi

Pasang xfce dengan cara:

pacman -S xfce4 xfce4-goodies

Jika kamu menggunakan kdm atau gdm, sebuah sesi baru xfce akan terlihat. Jika belum, tambahkan:

startxfce4

Instruksi lebih lanjut untuk memasang dan mengonfigurasikan Xfce dapat ditemukan di artikel Xfce.

*box

Fluxbox

Fluxbox © is yet another windowmanager for X. It's based on the Blackbox 0.61.1 code. Fluxbox looks like blackbox and handles styles, colors, window placement and similar things exactly like blackbox (100% theme/style compability).

Install Fluxbox using

pacman -S fluxbox fluxconf

If you use gdm/kdm a new fluxbox session will be automatically added. Otherwise, you should modify your user's .xinitrc and add this to it:

exec startfluxbox 

More information is available in the Fluxbox article.

Openbox

Openbox adalah window manager extensible yang memenuhi standar, cepat, dan ringan.

Openbox dapat berfungsi dengan aplikasi-aplikasi kamu, dan membuat desktop kamu lebih mudah dikelola. Ini karena pendekatan pengembangannya berlawanan dengan window manager umumnya. Openbox awalnya dibuat untuk memenuhi standar dan berfungsi sebagaimana mestinya. Setelah itu tim mengembangkan antarmuka visualnya.

Openbox berfungsi penuh sebagai lingkungan yang mandiri, atau dapat digunakan sebagai opsi pengganti window manager bawaan di desktop environment GNOME atau KDE.

Pasang Template:Codeline dengan cara:

pacman -S openbox obconf obmenu

Saat Template:Codeline terpasang, kamu akan mendapat pesan untuk memindahkan berkas Template:Codeline & Template:Codeline ke Template:Codeline di direktori Template:Codeline kamu:

mkdir -p ~/.config/openbox/
 cp /etc/xdg/openbox/rc.xml ~/.config/openbox/
 cp /etc/xdg/openbox/menu.xml ~/.config/openbox/

Dalam berkas Template:Codeline, kamu dapat mengubah pelbagai setelan Openbox (atau gunakan Template:Codeline). Dalam berkas Template:Codeline kamu bisa mengubah menu klik kanan kamu.

Supaya bisa log masuk ke Openbox, kamu bisa melakukannya via graphical login memakai KDM/GDM atau Template:Codeline, atau edit berkas Template:Codeline (sebagai pengguna biasa) dan tambahkan baris berikut:

exec openbox

Untuk KDM, tidak perlu repot; Openbox sudah ada di pilihan menu sesi KDM.

Beberapa program yang bermanfaat untuk Openbox:

  • PyPanel atau LXpanel jika kamu butuh panel.
  • feh jika kamu ingin mengatur latar/background.
  • ROX jika kamu ingin file manager dan ikon desktop sederhana.

Informasi lebih lanjut tersedia di artikel Openbox.

fvwm2

FVWM adalah window manager desktop virtual yang multipel sesuai standar ICCCM, sangat powerful, untuk sistem X Window.

Instal fvwm2:

pacman -S fvwm

fvwm akan muncul otomatis di sesi menu kdm/gdm. Jika belum, tambahkan:

exec fvwm

di berkas Template:Codeline pengguna.

Catatan: versi stabil fvwm cukup lawas. Jika kamu ingin versi fvwm yang lebih terkini, paket fvwm-devel ada di repo unstable.

HAL

Karena kamu akan memasang sebuah desktop environment, sebaiknya pasang juga HAL. HAL memungkinkan fungsi plug-and-play untuk ponsel, iPod,hard disk eksternal kamu, dll. HAL akan me-mount perangkat tersebut dan menampilkan ikonnya di desktop dan/atau di My Computer, memungkinkan kamu mengakses perangkat setelah menancapkannya dibandng mengaturnya manual di berkas Template:Codeline atau udev rules untuk tiap perangkat baru.

KDE, GNOME dan XFCE memakai HAL.

Rujuk artikel berikut untuk memasangnya: HAL Wikipedia: 1

Aplikasi-aplikasi yang Bermanfaat

Bagian ini tidak akan pernah lengkap. Hanya akan ditampilkan beberapa aplikasi yang baik untuk pengguna sehari-hari.

Internet

Firefox

Peramban Web (browser) populer Firefox (Fx atau fx) tersedia via Template:Codeline. Pasang dengan cara:

pacman -S firefox

Untuk fungsi Web yang komplit, pastikan paket Template:Codeline, Template:Codeline, Template:Codeline, dan Template:Codeline telah terpasang:

pacman -S flashplugin mplayer mplayer-plugin codecs

(Paket Template:Codeline mengandung pustaka untuk konten Quicktime dan Realplayer.)

Thunderbird berguna untuk mengelola surat elektronik (surel)/email kamu. Jika kamu memakai GNOME, kamu bisa juga memakai Epiphany dan Evolution; jika kamu memakai KDE, Konqueror dan KMail bisa menjadi pilihan kamu. Jika kamu ingin sesuatu yang komplit berbeda, coba Opera. Akhir kata, jika kamu bekerja di lingkungan console - atau sesi terminal - kamu bisa memakai pelbagai peramban Web berbasis teks seperti ELinks, Links & Lynx, dan mengelola surel dengan Mutt. Pidgin (sebelumnya bernama Gaim) dan Kopete adalah aplikasi instant messengers yang baik untuk GNOME dan KDE. PSI dan Gajim juga baik jika kamu hanya memakai Jabber atau Google Talk.

Perkantoran (Office)

OpenOffice adalah suatu perangkat office suite yang komplit (serupa dengan Microsoft Office). Abiword bagus, pengolah kata alternatif yang ringan, dan Gnumeric adalah sebuah pengganti Excel untuk desktop GNOME. KOffice adalah office suite komplit untuk desktop KDE. GIMP (atau GIMPShop) adalah program grafis berbasis piksel (serupa dengan Adobe Photoshop), dimana Inkscape adalah program grafis berbasis vektor (seperti Adobe Illustrator). Dan, tentu saja, Arch hadir dengan satu set penuh program LaTeX.

Multimedia

Pemutar Video

VLC

VLC Player adalah pemutar multimedia untuk Linux. Untuk memasangnya, ketik kode di bawah:

pacman -S vlc

(TODO) Instruksi untuk plug-in VLC-mozilla.

Mplayer

MPlayer adalah pemutar multimedia untuk Linux. Untuk memasangnya, ketik kode di bawah:

pacman -S mplayer

Ada juga plug-in Mozilla untuk video dan streams embedded di halaman Web. Untuk memasangnya, ketik kode di bawah:

pacman -S mplayer-plugin

Jika kamu memakai KDE, KMplayer adalah pilihan yang baik. Tersedia plug-in untuk video dan streams embedded di halaman Web, yang berfungsi dengan Konqueror. Untuk memasangnya, ketik kode di bawah:

pacman -S kmplayer

(TODO) Instruksi GMPlayer.

GNOME

Totem

Totem adalah pemutar film resmi desktop environment (DE) GNOME berbasis Template:Codeline atau GStreamer (Template:Codeline otomatis terpasang saat memilih paket arch Template:Codeline). Fiturnya meliputi playlist, full-screen mode, seek, kontrol volume, dan navigasi keyboard. Fungsi tambahannya antara lain:

  • Video thumbnailer untuk file manager.
  • Nautilus properties tab.
  • Plugin Epiphany / Mozilla (Firefox) untuk menampilkan film di peramban Web.
  • Perangkat Webcam (sedang dalam pengembangan).

Totem-xine masih menjadi pilihan terbaik untuk menonton DVD.

Totem bagian dari kelompok Template:Codeline; sedangkan Plugin Totem webbrowser bukan bagian kelompok tersebut.

Untuk memasangnya secara terpisah:

pacman -S totem

Untuk memasang plugin Totem webbrowser:

pacman -S totem-plugin

KDE

Kaffeine

Kaffeine adalah pilihan yang baik untuk pengguna KDE. Untuk memasangnya, ketikkan:

pacman -S kaffeine

Pemutar Audio

Gnome/Xfce

Exaile

Exaile adalah pemutar musik yang ditulis dengan Python dan membutuhkan GTK+ toolkit.

Rhythmbox

Rhythmbox adalah aplikasi pengelola musik yang terintegrasi, aslinya diinspirasi oleh iTunes milik Apple. Perangkat ini bebas/gratis, didesain untuk befungsi di desktop GNOME, dan berbasis GStreamer.

Rhythmbox memiliki beberapa fitur, diantaranya:

  • Music browser yang mudah digunakan.
  • Searching dan sorting.
  • Dukungan format audio yang komprehensif melalui GStreamer.
  • Dukungan radio Internet.
  • Playlists.

Untuk memasang Template:Codeline:

pacman -S rhythmbox

Pemutar audio yang baik lainnya: Banshee, Quodlibet, dan Listen. Lihat Gnomefiles untuk membandingkannya.

KDE

Amarok

Amarok adalah salah satu sistem pustaka pemutar audio dan musik terbaik untuk KDE. Untuk memasangnya, ketikkan kode di bawah:

pacman -S amarok-base

Console

Moc adalah pemutar audio berbasis ncurses untuk console; opsi lain yang cukup baik ada mpd.

Pilihan menarik lainnya cmus.

Yang berbasis X lainnya

(TODO) Xmms, audacious, bmpx.

Codec dan tipe konten multimedia

DVD

Kamu dapat menggunakan Template:Codeline, Template:Codeline atau Template:Codeline (3 terbaik) untuk menonton DVD. Yang masih kurang hanya Template:Codeline. Perhatikan bahwa paket ini mungkin ilegal di beberapa negara.

Flash

Pasang Template:Codeline dengan

pacman -S flashplugin

untuk mengaktifkan fitur Macromedia (sekarang Adobe) Flash di peramban Web kamu.

Quicktime

Codec Quicktime sudah termasuk di paket Template:Codeline. Cukup ketikkan

pacman -S codecs

untuk memasangnya.

Realplayer

Codec untuk Realplayer 9 ada di dalam paket Template:Codeline. Cukup ketikkan

pacman -S codecs

untuk memasangnya. Realplayer 10 tersedia dalam bentuk paket binari untuk Linux. Kamu bisa memperolehnya dari AUR di sini.

Membakar (Burning) CD dan DVD

GNOME

Brasero

Brasero adalah sebuah aplikasi untuk membakar (burn) CD/DVD di desktop GNOME. Didesain sesederhana mungkin dan memiliki fitur unik yang memungkinkan pengguna untuk membuat cakram/disk dengan mudah dan cepat.

Untuk memasangnya, ketikkan:

pacman -S brasero

KDE

K3b

K3b - Burn, Baby, Burn in KDE


K3B - aplikasi pembakar CD/DVD untuk Linux - dioptimalkan untuk KDE - di bawah lisensi GPL. Untuk memasangnya, ketikkan:

pacman -S k3b

(Todo) cdrecord, graveman...

Kebanyakan pembakar CD tersedia dalam Template:Codeline:

pacman -S cdrkit

Jika kamu memasang aplikasi pembakar CD/DVD seperti Brasero atau K3B, pustakanya, seperti Template:Codeline atau Template:Codeline, akan terpasang pula.

Perangkat pembakar DVD yang baik adalah Template:Codeline:

pacman -S dvd+rw-tools

TV-Cards

Masih banyak yang harus dilakukan jika kamu ingin menonton TV di Linux (Arch). Tugas yang paling penting adalah menemukan chip mana yang tuner kamu gunakan. Bagaimanapun, dukungan tetap diberikan. Pastikan mengecek Basisdata Perangkat Keras (Hardware Database) (misal TV Cards di openSUSE). Setelah kamu mengetahui modelnya, tinggal sedikit lagi langkah yang dibutuhkan.

Pada kebanyakan kasus, kamu akan membutuhkan bttv-drivers (driver lain tersedia, lihat drivers) beserta module I2C. Konfigurasikan perangkat di atas sesuai petunjuk masing-masing. Jika kamu beruntung, coba lakukan

modprobe bttv

akan mendeteksi otomatis perangkat kamu (cek Template:Codeline untuk melihat hasilnya). Pada kasus tersebut, kamu tinggal memasang aplikasi untuk menonton TV. Kita akan meninjaunya belakangan. Jika deteksi otomatis tidak berhasil, cek berkas CARDLIST, yang ada di tarball dari bttv untuk menemukan parameter yang tepat bagimu. PV951 tanpa dukungan radio akan membutuhkan pemanggilan fungsi berikut:

modprobe bttv card=42 radio=0

Beberapa kartu memerlukan baris berikut untuk memunculkan suaranya:

modprobe tvaudio

Semua itu bervariasi. Jadi, cobalah. Beberapa kartu yang lain membutuhkan:

modprobe tuner

Trial-and-error memang.

TODO: klarifikasi prosedur instalasi.

Untuk benar-benar menonton TV, pasang paket Template:Codeline

pacman -S xawtv

baca halaman manualnya.

TODO: klarifikasi beberapa masalah dan prosedur. Introduksi XAWTV di halaman yang lain?

Kamera Digital

Kebanyakan kamera digital terbaru didukung oleh perangkat USB mass storage, sehingga cukup menancapkannya lalu kopi/salin berkas gambar/foto yang ada. Kamera yang lebih lawas mungkin membutuhkan PTP (Picture Transfer Protocol) yang memerlukan special driver. gPhoto2 menyediakan driver ini dan memungkinkan transfer gambar berbasis shell; Template:Codeline (untuk KDE) dan Template:Codeline (untuk GNOME, Template:Codeline opsi lainnya) menggunakan driver ini dan memiliki antarmuka yang menarik.

USB Memory Sticks / Hard Disks

USB Memory Sticks dan hard disks didukung langsung oleh USB mass storage dan akan muncul sebagai SCSI device (Template:Codeline). Jika kamu menggunakan KDE atau GNOME, kamu sebaiknya memakai Template:Codeline dan Template:Codeline (tambahkan fungsi itu ke daemons di berkas Template:Codeline), dan perangkat tersebut akan di-mount otomatis. Jika kamu memakai DE yang berbeda, coba gunakan Template:Codeline.

Memelihara sistem

Pacman

Pacman adalah pengelola kedua jenis paket--binari dan kode sumber--yang mampu mengunduh, memasang, dan upgrade paket dari remote dan repositori lokal dengan penanganan dependensi otomatis, dan peranti yang mudah dipahami untuk membuat paket kamu sendiri.

Deskripsi lebih detail tentang Pacman dapat ditemukan di artikel ini.

Perintah yang bermanfaat

Untuk sinkronisasi dan update basisdata paket lokal dengan remote repositories (hal ini sebaiknya dilakukan sebelum memasang (installing) dan upgrading paket):

pacman -Sy

Untuk upgrade semua paket di sistem:

pacman -Su

Untuk sinkronisasi, update, dan upgrade semua paket di sistem dengan satu perintah:

pacman -Syu

Untuk memasang atau upgrade sebuah paket tunggal atau sejumlah paket (termasuk dependensinya):

pacman -S paketA paketB

Kamu juga bisa melakukan sinkronisasi, update basisdata paket, dan memasang paket, dengan satu perintah:

pacman -Sy paketA paketB

Untuk menghapus sebuah paket tunggal, tapi membiarkan dependensinya terpasang:

pacman -R package

Untuk menghapus sebuah paket dan semua dependensinya yang tidak dipakai oleh tiap paket yang masih terpasang:

pacman -Rs package

Untuk menghapus semua dependensi paket yang tidak dibutuhkan dan tidak perlu membuat salinan setelannya:

pacman -Rsn package

Untuk menelusuri daftar basisdata paket di remote (repo) berdasar kata kunci tertentu:

pacman -Ss keyword

Untuk mengurutkan (query) semua paket di sistem kamu:

pacman -Q

Untuk menelusuri paket basisdata lokal (di mesin kamu) untuk kata kunci tertentu:

pacman -Q package

Untuk menelusuri basisdata paket lokal (di mesin kamu) untuk kata kunci tertentu dan mengurutkan semua informasi terkait:

pacman -Qi package

Untuk defragment cache basisdata Template:Codeline dan mengoptimalkan kecepatannya:

pacman-optimize

Untuk menghitung jumlah paket yang ada di sistem kamu saat ini:

pacman -Q | wc -l

Untuk memasang paket yang dikompilasi dari kode sumber memakai ABS dan Template:Codeline:

pacman -U packagename.pkg.tar.gz

Catatan: Terdapat banyak fungsi dan perintah tambahan yang tak terhitung jumlahnya bagi Template:Codeline. Coba Template:Codeline dan masukan wiki pacman.

Memoles & Informasi Lebih Lanjut

Jika setelah membaca ini kamu ingin sedikit memolesnya lagi, silakan menuju Post Installation Tips. Untuk bantuan dan informasi lebih lanjut, kamu bisa menuju ke laman Linux Arch, menelusuri wiki, forum, IRC channel, dan mailing lists.