Difference between revisions of "The Arch Way (Indonesia)"

From ArchWiki
Jump to: navigation, search
(Kesederhanaan)
(moved to User:Misfit138/The Arch Way v2.0, see its talk page)
(11 intermediate revisions by 4 users not shown)
Line 1: Line 1:
[[Category:About Arch (English)]]
+
[[Category:Indonesia]]
[[Category:General (English)]]
+
[[cs:The Arch Way]]
{{i18n|The Arch Way}}
+
[[da:The Arch Way]]
 
+
[[de:The Arch Way]]
Berikut ini lima prinsip utama yang biasaya disebut sebagai Arch Way, atau Filosofi Arch, boleh jadi teringkas paling baik dalam istilah KISS untuk Keep It Simple, Stupid.
+
[[el:The Arch Way]]
 +
[[en:The Arch Way]]
 +
[[es:The Arch Way]]
 +
[[fr:Kiss]]
 +
[[he:The Arch Way]]
 +
[[hr:The Arch Way]]
 +
[[hu:The Arch Way]]
 +
[[it:The Arch Way]]
 +
[[ja:The Arch Way]]
 +
[[ko:The Arch Way]]
 +
[[lt:The Arch Way]]
 +
[[nl:The Arch Way]]
 +
[[pl:The Arch Way]]
 +
[[pt:The Arch Way]]
 +
[[ro:Calea Arch (The Arch Way)]]
 +
[[ru:The Arch Way]]
 +
[[sk:The Arch Way]]
 +
[[sr:The Arch Way]]
 +
[[th:The Arch Way]]
 +
[[tr:Arch_Tarzı]]
 +
[[uk:The Arch Way]]
 +
[[zh-CN:The Arch Way]]
 +
[[zh-TW:The Arch Way]]
 +
Berikut ini lima prinsip utama yang biasanya disebut sebagai Arch Way, atau Filosofi Arch, boleh jadi teringkas paling baik dalam istilah KISS untuk Keep It Simple, Stupid.
  
 
==Kesederhanaan==
 
==Kesederhanaan==
Line 13: Line 36:
 
'''Arch Linux mendefinisikan kesederhanaan sebagai 'tanpa tambahan yang tidak perlu, modifikasi, atau komplikasi', dan menyediakan struktur dasar <code>UNIX</code>-like yang ringan yang memungkinkan seorang pengguna untuk membentuk sendiri sistemnya sesuai dengan kebutuhan. Singkatnya; elegan, pendekatan minimalis.'''
 
'''Arch Linux mendefinisikan kesederhanaan sebagai 'tanpa tambahan yang tidak perlu, modifikasi, atau komplikasi', dan menyediakan struktur dasar <code>UNIX</code>-like yang ringan yang memungkinkan seorang pengguna untuk membentuk sendiri sistemnya sesuai dengan kebutuhan. Singkatnya; elegan, pendekatan minimalis.'''
  
A lightweight base structure built with high programming standards will tend to have lower system resource demands. The base system is devoid of all clutter that may obscure important parts of the system, or make access to them difficult or convoluted. It has a streamlined set of succinctly commented, clean configuration files that are arranged for quick access and editing, with no cumbersome graphical configuration tools to hide possibilities from the user. An Arch Linux system is therefore readily configurable to the very last detail.
+
Struktur dasar yang ringan dibangun dengan standar tinggi pemrograman akan cenderung memiliki tuntutan sumber daya sistem yang lebih rendah. Sistem dasar meniadakan semua kekacauan yang mungkin mengaburkan bagian-bagian yang penting dari sistem, atau membuat aksesnya lebih sulit atau kusut. Sistem ini memiliki seperangkat komentar ringkas yang efisien, berkas konfigurasi yang rapi yang disusun untuk akses cepat dan penyuntingan, tanpa alat konfigurasi grafis yang tidak praktis yang bertujuan untuk menyembunyikan segala kemungkinan yang ada dari pengguna. Sistem Arch Linux merupakan sebuah sistem yang siap dikonfigurasikan sampai detil terdalam.
 
+
'''Complexity without Complication.'''
+
 
+
Arch Linux keeps the inherent complexities of a GNU/Linux system intact, while keeping them well organized and transparent. Arch Linux developers and users believe that trying to hide the complexities of a system actually results in an even more complex system, and is therefore to be avoided.
+
  
==Code-correctness over convenience==
+
'''Kompleksitas tanpa Komplikasi.'''
  
The Arch Linux system places precedence upon elegance of design as well as clean, simple code, rather than unnecessary patching, automation, eye candy or "newbie-friendliness". Software patches are therefore kept to an absolute minimum-- ideally, never. Simple implementation shall always trump simple user interface.
+
Arch Linux menjaga kompleksitas inheren dengan sistem GNU/Linux yang utuh, sambil menjaganya tetap terorganisir dan transparan. Pengembang Arch Linux dan penggunanya yakin bahwa menyembunyikan kompleksitas dari sebuah sistem justru menghasilkan sistem yang lebih kommpleks lagi, dan oleh karena itu harus dihindari.
  
'''Simplicity of ''implementation'', code-elegance, and minimalism shall always remain the reigning priorities of Arch development.'''
+
==Kebenaran-kode diatas kemudahan==
  
Concepts, designs and features are generated and implemented by using the Arch Way principles as a guide, rather than bowing to external influences. The development team are resolute in their commitment and dedication to the Arch Way philosophy. If you share their vision, you are welcomed and encouraged to use Arch.
+
Sistem Arch Linux mendahulukan desain yang elegan serta bersih, kode sederhana, dari pada tambalan yang tidak diperlukan, otomatisasi, jajanan mata atau "newbie-friendliness". Penambalan perangkat lunak tetap ada dengan jumlah seminimum mungkin-- idealnya, tidak ada. Implementasi sederhana akan selalu mengalahkan interface pengguna sederhana.
  
==User-centric==
+
'''Kesederhanaan ''implementasi'', keanggunan-kode, dan minimalisme akan selalu tetap menjadi prioritas utama pengembangan Arch.'''
  
Whereas many GNU/Linux distributions attempt to be more 'user-friendly', Arch Linux has always been, and will always remain 'user-centric'.
+
Konsep, desain, dan fitur-fitur dihasilkan dan diimplementasikan dengan menggunakan prinsip-prinsip Arch Way sebagai panduan, daripada tunduk pada pengaruh eksternal. Tim pengembangan teguh dengan komitmen dan dedikasi mereka terhadap filosofi Arch Way. Jika kita memiliki kesamaan visi, maka anda kami sambut dan kami dorong untuk menggunakan Arch.
  
'''Arch Linux targets and accommodates competent GNU/Linux users by giving them complete control and ''responsibility'' over the system.'''
+
==User-centric (Berpusat pada pengguna)==
  
Arch Linux users fully manage the system on their own. The system itself will offer little assistance, except for a simple set of maintenance tools that are designed to perfectly relay the user's commands to the system.
+
Ketika banyak distribusi GNU/Linux mencoba untuk menjadi lebih ramah pengguna, Linux Arch selalu mencoba, dan akan selalu berpusat pada pengguna.
  
This user-centric design necessarily implies a certain “do-it-yourself” approach to using the Arch distribution. Rather than pursuing assistance or requesting a new feature to be implemented by developers, Arch Linux users have a tendency to solve problems themselves and share the results with the community and development team -- a "Do first, then ask" philosophy. This is especially true for user-contributed packages found in the Arch User Repository -- the official Arch Linux repository for community-maintained packages.
+
'''Arch Linux targets and accommodates competent GNU/Linux users by giving them complete control and ''responsibility'' over the system (Linux Arch menargetkan dan mengakomodasikan pengguna GNU/Linux yang kompeten dengan memberikan mereka kontrol dan ''tanggung jawab'' yang utuh atas sistemnya).'''
  
==Openness==
+
Pengguna Linux Arch mengelola seluruh sistemnya masing-masing. Sistemnya sendiri akan menawarkan sedikit bantuan, kecuali untuk suatu set perangkat pemeliharaan sederhana yang didesain untuk menyampaikan perintah ke sistem dengan baik melalui perintah pengguna.
  
Openness goes hand in hand with simplicity, and is also one of the guiding principles of Arch Linux development.
+
Desain berpusat pada pengguna ini memakai pendekatan "do-it-yourself" dalam penggunaan distribusi Linux Arch. Daripada menuntut bantuan atau meminta fitur baru untuk diimplementasikan oleh para pengembang, pengguna Linux Arch lebih memilih untuk mengatasi masalahnya sendiri dan membagi hasilnya dengan komunitas dan tim pengembang -- suatu filosofi "Do first, then ask (coba dulu, baru tanya)". Ini sesuai untuk paket-paket kontribusi pengguna yang ada di Arch User Repository -- repositori resmi Linux Arch untuk paket-paket yang dipelihara oleh komunitas.
  
'''Arch Linux uses simple tools, that are selected or built with openness of the sources and their output in mind.'''
+
==Keterbukaan==
  
Openness removes all boundaries and abstraction between the user and the system, providing more control, while simultaneously simplifying system maintenance.
+
Keterbukaan setara dengan kesederhanaan, dan juga salah satu prinsip utama pengembangan Linux Arch.
  
The open nature of Arch Linux also implies a fairly steep learning curve, but experienced Arch Linux users tend to find other more closed systems much more inconvenient to control.  
+
'''''Arch Linux uses simple tools, that are selected or built with openness of the sources and their output in mind'' (Linux Arch memakai perangkat sederhana yang dipilih dan dibangun dengan keterbukaan sumber dan hasilnya).'''
  
The Openness principle extends to its community members as well. Arch Linux users are known to be very open with help and advice, as well as with package contributions to the community maintained Arch User Repository.
+
Keterbukaan menghapus segala batas dan abstraksi antara pengguna dan sistem, memberi kontrol lebih, saat penyederhanaan pemeliharaan sistem secara simultan.
  
==Freedom==
+
Keterbukaan alami Linux Arch juga mempengaruhi peningkatan bertahap kurva pembelajaran, tetapi pengguna Linux Arch yang berpengalaman merasa bahwa sistem yang lebih tertutup kurang nyaman dikontrol.
  
Another guiding principle of Arch Linux development is freedom. The users are not only permitted to make all decisions concerning system configuration, but also get to choose what their system will *be*.
+
Prinsip keterbukaan meluas ke anggota komunitas dengan baik. Pengguna Linux Arch dikenali sangat terbuka dalam memberi bantuan dan nasihat, seperti juga kontribusi paket ke ''Arch User Repository'' yang dikelola komuntas.
  
'''By keeping the system simple, Arch Linux provides the freedom to make any choice about the system.'''
+
==Kebebasan==
  
A freshly installed Arch Linux system contains only basic core components with no automatic configuration performed. Users are able to configure the system as they wish, from the shell. From the start of the installation procedure, every component of the system is 100% transparent and accessible for instant access, removal, or replacement by alternative components.  
+
Prinsip utama pengembangan Linux Arch lainnya yaitu kebebasan. Para pengguna bukan hanya diijinkan untuk memutuskan semuanya terkait konfigurasi sistem, tetapi juga menentukan sistem mereka akan menjadi seperti apa.
  
The large number of packages and build scripts in the various Arch Linux repositories also support freedom of choice, offering free and open source software for those who prefer it, as well as proprietary software packages, for those who embrace 'functionality over ideology'. It is the user who chooses.
+
'''''By keeping the system simple, Arch Linux provides the freedom to make any choice about the system'' (Dengan sistem yang sederhana, Linux Arch memberi kebebasan untuk membuat tiap keputusan terhadap sistem).'''
  
As Judd Vinet, the founder of the Arch Linux project said: "[Arch Linux] is what ''you'' make it."
+
Sistem Linux Arch yang baru selesai dipasang, hanya memiliki komponen dasar utama tanpa konfigurasi otomatis. Pengguna dipersilakan mengonfigurasikan sistem sesuai keinginannya, dari ''shell''. Dari awal prosedur instalasi, tiap komponen sistem transparan 100% dan mudah diakses, dihapus, atau diganti dengan komponen alternatif.
  
==See also==
+
Sejumlah besar paket dan skrip di pelbagai repositori Linux Arch juga mendukung kebebasan dalam memilih, menawarkan perangkat lunak bebas dan ''open source'' bagi yang mengutamakannya, sebagaimana perangkat lunak proprietari, bagi mereka yang lebih mengharapkan fungsionalitas dibanding ideologi. Pengguna yang memilih.
  
[[The Arch Way v2.0]]
+
Seperti yang Judd Vinet, penemu proyek Linux Arch katakan: ''[Arch Linux] is what ''you'' make it.''

Revision as of 07:22, 28 July 2013

Berikut ini lima prinsip utama yang biasanya disebut sebagai Arch Way, atau Filosofi Arch, boleh jadi teringkas paling baik dalam istilah KISS untuk Keep It Simple, Stupid.

Kesederhanaan

"Kesederhanaan adalah kepuasan tertinggi." -Leonardo Da Vinci

Kesederhanaan merupakan mutlak tujuan utama di balik pengembangan Arch. Banyak distribusi GNU/Linux menyatakan diri mereka "sederhana". Akan tetapi, kesederhanaan itu sendiri memiliki banyak definisi.

Arch Linux mendefinisikan kesederhanaan sebagai 'tanpa tambahan yang tidak perlu, modifikasi, atau komplikasi', dan menyediakan struktur dasar UNIX-like yang ringan yang memungkinkan seorang pengguna untuk membentuk sendiri sistemnya sesuai dengan kebutuhan. Singkatnya; elegan, pendekatan minimalis.

Struktur dasar yang ringan dibangun dengan standar tinggi pemrograman akan cenderung memiliki tuntutan sumber daya sistem yang lebih rendah. Sistem dasar meniadakan semua kekacauan yang mungkin mengaburkan bagian-bagian yang penting dari sistem, atau membuat aksesnya lebih sulit atau kusut. Sistem ini memiliki seperangkat komentar ringkas yang efisien, berkas konfigurasi yang rapi yang disusun untuk akses cepat dan penyuntingan, tanpa alat konfigurasi grafis yang tidak praktis yang bertujuan untuk menyembunyikan segala kemungkinan yang ada dari pengguna. Sistem Arch Linux merupakan sebuah sistem yang siap dikonfigurasikan sampai detil terdalam.

Kompleksitas tanpa Komplikasi.

Arch Linux menjaga kompleksitas inheren dengan sistem GNU/Linux yang utuh, sambil menjaganya tetap terorganisir dan transparan. Pengembang Arch Linux dan penggunanya yakin bahwa menyembunyikan kompleksitas dari sebuah sistem justru menghasilkan sistem yang lebih kommpleks lagi, dan oleh karena itu harus dihindari.

Kebenaran-kode diatas kemudahan

Sistem Arch Linux mendahulukan desain yang elegan serta bersih, kode sederhana, dari pada tambalan yang tidak diperlukan, otomatisasi, jajanan mata atau "newbie-friendliness". Penambalan perangkat lunak tetap ada dengan jumlah seminimum mungkin-- idealnya, tidak ada. Implementasi sederhana akan selalu mengalahkan interface pengguna sederhana.

Kesederhanaan implementasi, keanggunan-kode, dan minimalisme akan selalu tetap menjadi prioritas utama pengembangan Arch.

Konsep, desain, dan fitur-fitur dihasilkan dan diimplementasikan dengan menggunakan prinsip-prinsip Arch Way sebagai panduan, daripada tunduk pada pengaruh eksternal. Tim pengembangan teguh dengan komitmen dan dedikasi mereka terhadap filosofi Arch Way. Jika kita memiliki kesamaan visi, maka anda kami sambut dan kami dorong untuk menggunakan Arch.

User-centric (Berpusat pada pengguna)

Ketika banyak distribusi GNU/Linux mencoba untuk menjadi lebih ramah pengguna, Linux Arch selalu mencoba, dan akan selalu berpusat pada pengguna.

Arch Linux targets and accommodates competent GNU/Linux users by giving them complete control and responsibility over the system (Linux Arch menargetkan dan mengakomodasikan pengguna GNU/Linux yang kompeten dengan memberikan mereka kontrol dan tanggung jawab yang utuh atas sistemnya).

Pengguna Linux Arch mengelola seluruh sistemnya masing-masing. Sistemnya sendiri akan menawarkan sedikit bantuan, kecuali untuk suatu set perangkat pemeliharaan sederhana yang didesain untuk menyampaikan perintah ke sistem dengan baik melalui perintah pengguna.

Desain berpusat pada pengguna ini memakai pendekatan "do-it-yourself" dalam penggunaan distribusi Linux Arch. Daripada menuntut bantuan atau meminta fitur baru untuk diimplementasikan oleh para pengembang, pengguna Linux Arch lebih memilih untuk mengatasi masalahnya sendiri dan membagi hasilnya dengan komunitas dan tim pengembang -- suatu filosofi "Do first, then ask (coba dulu, baru tanya)". Ini sesuai untuk paket-paket kontribusi pengguna yang ada di Arch User Repository -- repositori resmi Linux Arch untuk paket-paket yang dipelihara oleh komunitas.

Keterbukaan

Keterbukaan setara dengan kesederhanaan, dan juga salah satu prinsip utama pengembangan Linux Arch.

Arch Linux uses simple tools, that are selected or built with openness of the sources and their output in mind (Linux Arch memakai perangkat sederhana yang dipilih dan dibangun dengan keterbukaan sumber dan hasilnya).

Keterbukaan menghapus segala batas dan abstraksi antara pengguna dan sistem, memberi kontrol lebih, saat penyederhanaan pemeliharaan sistem secara simultan.

Keterbukaan alami Linux Arch juga mempengaruhi peningkatan bertahap kurva pembelajaran, tetapi pengguna Linux Arch yang berpengalaman merasa bahwa sistem yang lebih tertutup kurang nyaman dikontrol.

Prinsip keterbukaan meluas ke anggota komunitas dengan baik. Pengguna Linux Arch dikenali sangat terbuka dalam memberi bantuan dan nasihat, seperti juga kontribusi paket ke Arch User Repository yang dikelola komuntas.

Kebebasan

Prinsip utama pengembangan Linux Arch lainnya yaitu kebebasan. Para pengguna bukan hanya diijinkan untuk memutuskan semuanya terkait konfigurasi sistem, tetapi juga menentukan sistem mereka akan menjadi seperti apa.

By keeping the system simple, Arch Linux provides the freedom to make any choice about the system (Dengan sistem yang sederhana, Linux Arch memberi kebebasan untuk membuat tiap keputusan terhadap sistem).

Sistem Linux Arch yang baru selesai dipasang, hanya memiliki komponen dasar utama tanpa konfigurasi otomatis. Pengguna dipersilakan mengonfigurasikan sistem sesuai keinginannya, dari shell. Dari awal prosedur instalasi, tiap komponen sistem transparan 100% dan mudah diakses, dihapus, atau diganti dengan komponen alternatif.

Sejumlah besar paket dan skrip di pelbagai repositori Linux Arch juga mendukung kebebasan dalam memilih, menawarkan perangkat lunak bebas dan open source bagi yang mengutamakannya, sebagaimana perangkat lunak proprietari, bagi mereka yang lebih mengharapkan fungsionalitas dibanding ideologi. Pengguna yang memilih.

Seperti yang Judd Vinet, penemu proyek Linux Arch katakan: [Arch Linux] is what you make it.